Selasa, 08 Maret 2011

Neraca Pembayaran


Bab 2
Neraca Pembayaran

                        I. PENDAHULUAN
           
Dalam bab 2 ini,  saya membahas tentang neraca pembayaran yang mencangkup 3 faktor, yaitu: pendapatan perkapita, GNP dan GDP. Beberapa hal yang erat hubunganya dengan efek kegiatan ekonomi dalam perekonomian terbuka dibicarakan di dalam bab ini. Bab ini akan menerangkan mengenai neraca pembayaran, yaitu suatu neraca keuangan yang mengemukakan data mengenai perdagangan ekspor dan impor dan aliran ke luar dan aliran masuk dana modal ke suatu Negara.
Bab ini membahas tentang neraca pembayaran, termasuk juga faktor di dalam yang dapat mempengaruhi adanya neraca pembayaran suatu Negara. Tingkat pertumbuhan ekonomi harus lebih besar dari pada laju pertumbuhan penduduk, agar pendapatan per-kapitan dapat tercapai. GNP dan GDP juga dapat mempengaruhi pendapatan perkapita Negara, dan dapat disusun dalam neraca pembayaran.

                      II. PEMBAHASAN

Ada beberapa versi yang mengatakan tentang pengertian neraca pembayaran, berikut adalah pengertian neraca pembayaran yang di ambil dari beberapa kutipan buku dan juga internet.
Menurut buku Perekonomian Indonesia karya Dr. Tulus Tambunan, mengatakan bahwa, neraca pembayaran (BOP) adalah catatan sistematis dari semua transaksi ekonomi internasional (perdagangan, investasi, pinjaman, dan sebagainya) yang terjadi antara penduduk dalam negeri suatu Negara dengan penduduk luar negeri selama jangka waktu tertentu dan biasanya dinyatakan dalam dollar AS.
BOP terdiri atas tiga saldo, yakni saldo neraca transaksi berjalan (TB), saldo neraca modal (CA), dan saldo neraca moneter (MA). Saldo TB adalah jumlah saldo dari neraca perdagangan (NP), yang mencatat ekspor (X) dan impor (M) barang; neraca jasa (NJ), yang mencatat X dan M jasa termasuk pendapatan/pembayaran royalty dan bunga deposito, transfer keuntungan bagi investor asing, pembayaran bunga cicilan utang luar negeri (ULN), dan kiriman uang masuk dari tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri; dan transaksi sepihak, yakni yang mencatat transaksi keuangan internasional sepihak atau tanpa melakukan kegiatan tertentu sebagai kompensasi dari pihak penerima.
Jika menurut buku Makro Ekonomi karya Sadono Sukirno, neraca pembayaran adalah suatu system catatan aliran keuangan yang menunjukkan nilai transaksi perdagangan dan aliran dana yang dilakukan antara suatu Negara dengan Negara lain dlam suatu tahun tertentu.  Neraca pembayaran dapat dibedakan kepada dua bagian yang utama, yaitu nerca berjalan dan nerca modal.
Neraca berjalan mencatat transakasi berikut:
      i.        Ekspor dan impor barang tampak
    ii.        Ekspor dan impor jasa (atau barang tak tampak)
   iii.        Pembayaran pindahan neto ke luar negeri

Dalam Neraca Modal meliputi dua golongan transaksi, yaitu aliran modal jangka
panjang dan aliran modal keuangan swasta.

1.     Aliran modal jangka panjang
Ia meliputi dua jenis aliran modal: aliran modal resmi dan investasi langsung oleh pihak swasta ke Negara-negara lain. Aliran modal resmi adalah pinjaman dan pembayaran di antara bada-badan pemerintahan di suau Negara dengan Negara-negara lain. Sedangkan investasi langsung swasta adalah penanaman modal langsung, yaitu investasi berupa mendirikan perusahaan-perusahaan—terutama perindustrian. Modal yang dibelanjakan diperoleh dari Negara asal perusahaan tersebut. Perbedaan di antara modal jangka panjang yang diterima dari luar negeri dengan modal jangka panjang yang dibayar ke luar negeri dinamakan neraca modal jangka panjang. Apabila positif, keadaan ini berarti lebih banyak modal jangka panjang yang diterima dari luar negeri dari yang dibayarkan ke luar negeri. Aliran seperti ini mambantu memperkukuh neraca pembayaran. Di smping itu aliran modal jangka panjang dapat meningkatkan perbelanjaan pembangunan pemeritah dan investor sector swasta.

2.    Aliran modal swasta dan kesilapan-ketinggalan
Dua akun penting dalam neraca pembayaran meliputi akun modal swasta dan kesilapan-ketinggalan. Yang dimaksudkan dengan modal swasta adlah aliran-aliran modal dalam bentuk tabungan atau investasi keuangan yang dapat dengan cepat ditukarkan kembali kepada valuta ang asla atau valuta lainnya. Aliran keuangan ini selalu dinamakan juga sebagai hot money. Dinamakan demikian karena dana tersebut dapat mengalir dari satu Negara ke Negara lain dengan mudah dan dengan waktu yang cepat. Uang tersebut biasanya uang yang diinvestasikan di pasaran uang dan pasaran modal untuk memperoleh keuntungan dari investasi tersebut. Pembelian saham-saham domestic oleh suatu perusahaan “mutual fund” di New York merupakan salah satu contoh dari aliran masuk modal swasta.  

Menurut dari internet yang saya dapatkan di situs Wikipedia Indonesia, Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial.
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi. (i) Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
(ii) Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.

Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB per kapita.
Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun. Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara.    

Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
*         Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
*         Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
*         Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (XM)

·         Sejarah
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
·         Konsep
Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
a)    Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
PDB (Gross Domestic Product/GDP) adalah jumlah nilai dari semua produk akhir barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu kawasan di dalam periode waktu tertentu. PDB mencakup konsumsi pemerintah, konsumsi masyarakat, investasi dan eksport dikurangi impor di dalam kawasan tertentu.

Rumus PDB :
PDB = C + I + G + (X-I)

C= Konsumsi masyarakat
I = Investasi
G = Pengeluaran pemerintah
X = Eksport
I = Import

PDB merupakan salah satu indikator yang penting dalam melihat sehat tidaknya perekonomian suatu kawasan selain untuk menakar tingkat kemakmuran kawasan tersebut.  Biasanya PDB disajikan sebagai perbandingan ke kuartal atau tahun sebelumnya. Sebagai contohnya jika PDB tahun ke tahun Indonesia naik  5,5% itu artinya ekonomi Indonesia bertumbuh sebanyak 5,5% selama tahun terakhir tersebut.
Seperti yang biasa terlihat, produktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang dipresentasikan oleh PDB mempunyai dampak yang besar kepada perekonomian. Sebagai contohnya, jika ekonomi suatu negara dinyatakan sehat maka dapat diartikan dengan tingkat pengangguran yang rendah dimana banyak permintaan tenaga kerja dengan upah gaji yang meningkat menandakan pertumbuhan dari industri-industri di dalam ekonomi. Perubahan yang signifikan di dalam PDB apaah positif atau negatif mempunyai dampak yang besar kepada pasar saham. Dengan mudah dapat dijelaskan bahwa ekonomi yang tidak sehat berarti penurunan keuntungan bagi perusahaan yang dalam arti praktis diartikan sebagai penurunan harga saham perusahaan tersebut. Investor sangat khawatir dengan pertumbuhan negatif PDB yang dapat diartikan oleh para ekonom seperti saya yaitu tanda terjadinya resesi.
GDP Perkapita adalah perbandingan total PDB suatu negara dibagi dengan jumlah penduduk di negara tersebut. GDP perkapita berguna dalam memperbandingkan suatu negara dengan negara lainnya untuk menunjukan performa (relatif) ekonomi negara yang bersangkutan. GDP perkapita dipandang juga dalam mengukur tingkat standar hidup dalam suatu negara dengan GDP perkapita yang tinggi diartikan dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi pula.
GDP berdasarkan Pendekatan Pendapatan.
Menurut McEachern (2000:151) pendapatan agregat sama dengan penjumlahan semua pendaptan yang diterima pemilik sumber daya dalam perekonomian (karena sumber dayanya digunakan dalam proses produksi). Sistem pembukuan double-entry dapat memastikan bahwa nilai output agregat sama dengan pendapatan agregat yang dibayarkan untuk sumber daya yang digunakan dalam produksi output tersebut: yaitu upah, bunga, sewa, dan laba dari produksi. Jadi kita dapat mengatakan bahwa:
Pengeluaran agregat = GDP = Pendapatan agregat
Suatu produk jadi biasanya diproses oleh beberapa perusahaan dalam perjalanannya menuju konsumen. Meja kayu, misalnya, mulanya sebagai kayu mentah, kemudian dipotong oleh perusahaan pertama, dipotong sesuai kebutuhan mebel oleh perusahaan kedua, dibuat meja oleh perusahaan ketiga, dan dijual oleh perusahaan keempat. Double counting dihindari dengan cara hanya memperhitungkan nilai pasar dari meja pada saat dijual kepada pengguna akhir atau dengan cara menghitung nilai tambah pada setiap tahap produksi. Nilai tambah dari setiap perusahaan sama dengan harga jual barang perusahaan tersebut dikurangi dengan jumlah yang dibayarkan atas input perusahaan lain.
Nilai tambah dari tiap tahap mencerminkan pendapatan atas pemilik sumber daya pada tahap yang bersangkutan. Penjumlahan nilai tambah pada semua tahap produksi sama dengan nilai pasar barang akhir, dan penjumlahan nilai tambah seluruh barang dan jasa akhir adalah sama dengan GDP berdasarkan pendekatan pendapatan.

b)   Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
            Produk Nasional Bruto (Gross National Product/GNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan warga negara tersebut yang berada atau bekerja diluar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan warga negara asing yang bekerja didalam negeri, tidak termasuk GNP.
Produk Nasional Bruto (GNP) merupakan pendapatan nasional yang dihitung dengan mengeluarkan faktor pendapatan dari warganegara asing yang berdomisili di negara tersebut dan hanya menghitung nilai barang dan jasa yang hanya dihasilkan oleh orang yang berkewarganegaraan negara tersebut saja. Dalam perhitungan, istilah ini lebih sering digunakan karena dapat menggambarkan dengan jelas prestasi ekonomi negara yang bersangkutan tanpa pengaruh dari pihak asing (dalam bentuk penanaman modal asing).
Perlu dibedakan GNP dari NNP (Net National Product) atau produk nasional neto, dimana NNP oleh banyak orang dianggap lebih tepat untuk menggambarkan kondisi perekonomian nasional karena mengeluarkan faktor penggantian modal (depresiasi) dalam perhitungannya. Jadi Pendapatan Nasional Neto (NNP) adalah pendapatan nasional yang hanya memperhitungkan investasi neto (nilai investasi bersih setelah dikurangi depresiasi dari aktiva investasi).
GNP dapat digunakan sebagai indikasi perekonomian suatu negara. Akan tetapi, Indikator tersebut juga mempunyai kelemahan yaitu :
1. Tidak memperhitungkan kegiatan produksi yang bersifat mikro seperti kegiatan rumah tangga.
2. Tidak dapat memperhitungkan kegiatan ekonomi bawah tanah (underground enocomy activities) seperti penghindaran pajak, penyelundupan dan bisnis ilegal lainnya.
3. GNP tidak memperhitungkan nilai dari aktivitas rekreasi
4. GNP tidak memperhitungkan perubahan kualitas dari barang dan jasa
5. GNP tidak memperhitungkan biaya polusi dan biaya yang timbul akibat kerusakan lingkungan.
·         Perhitungan GNP
Dalam pendapatan nasional yang dihitung adalah jumlah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian. Perhitungan pendapatan nasional menyajikan ukuran-ukuran keseluruhan agregat nilai dasar dari seluruh barang dan jasa dalam bentuk produk akhir/jadi. Ada 3 istilah dalam pengukuran pendapatan nasional yaitu:
1. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product).
2. Produk Nasional Bruto (Gross National Product).
3. Produk Nasional Neto (Net National Product).

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Unsur-Unsur Neraca Pembayaran Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi unsur-unsur neraca pembayaran Indonesia dengan metode OLS selama kurun waktu 1970 - 2003. Hasil analisis menunjukkan bahwa neraca pembayaran Indonesia mengalami perkembangan yang surplus  pasca krisis moneter. Hal ini dikarenakan semakin membaiknya kinerja ekspor sehingga mampu meningkatkan penerimaan negara dari ekspor. Namun untuk neraca jasa, Indonesia masih mengalami defisit, sedangkan untuk neraca modal, Indonesia mengalami defisit  pasca krisis moneter melanda Indonesia.
 Berdasarkan hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, investasi, dan ekspor tahun sebelumnya berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor Indonesia pada tahun berjalan. Sedangkan untuk inflasi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap ekspor Indonesia pada tahun berjalan dan untuk suku bunga dalam negeri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ekspor Indonesia selama kurun waktu 1970 - 2003.
Sementara itu, faktor-faktor yang memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap impor di Indonesia pada tahun berjalan adalah pendapatan nasional dan impor tahun sebelumnya, sedangkan inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap impor Indonesia pada tahun berjalan selama periode 1970 - 2003.
Sementara untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan suku bunga dalam negeri berdampak negatif dan signifikan terhadap impor Indonesia pada tahun berjalan. Selanjutnya, untuk suku bunga dalam negeri dan ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap arus modal neto di Indonesia, sedangkan inflasi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap arus modal neto di Indonesia. Sementara untuk suku bunga luar negeri dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak negatif dan signifikan terhadap arus modal neto di Indonesia selama kurun waktu penelitian, yakni 1970 - 2003.

·         Kabar dari VIVAnems pada tahun 2010:
Pendapatan per kapita 2010 diperkirakan naik sekitar US$3.000 atau Rp27 juta per tahun. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, kenaikan itu disebabkan dua faktor. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai sekitar enam persen atau lebih, yang pada gilirannya akan meningkatkan PDB. Dampaknya akan lebih bagus jika pertumbuhan PDB lebih cepat dibanding laju pertumbuhan penduduk.
"Pertumbuhan ekonomi 2010 hampir pasti sekitar enam persen atau lebih," ujar Rusman ketika dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Selasa, 4 Januari 2011.
Faktor kedua, karena apresiasi rupiah. Hitungan pendapatan per kapita selama ini didasarkan pada kurs dolar. "Karena kita harus konversi dolar berdasarkan kurs, ada windfall juga," ujarnya.
Menurut Rusman, target pertumbuhan ekonomi pemerintah di tahun 2011 sebesar 6,4% bukan hanya bisa dicapai, bahkan dapat dilampaui. Jika momentum pertumbuhan terus dijaga, dia hakulyakin pertumbuhan ekonomi bisa mencapai tujuh persen. Syaratnya: pembangunan infrastruktur, iklim usaha yang baik, dan ekonomi dunia tidak membawa pengaruh negatif terhadap ekonomi Indonesia. Makin bergairahnya perekonomian nasional akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan per kapita.
"Kita sudah mempunyai modal di 2010 yang bagus, tinggal bagaimana kita mengelolanya dan tetap mewaspadai faktor-faktor yang bisa mempengaruhi. Kita manfaatkan momentum geliat ekonomi dunia," ujarnya, optimistis. (kd)
III. KESIMPULAN

            Neraca pembayaran: suatu caatan atau data yang menunjukkan berbagai bentuk aliran masuk dan aliran keluar keuangan yang ddisebabkan oleh transaksi dalam neraca berjalan dan neraca modal, yang berlaku suatu tahun tertentu. Pada umumnya data yang ditebitkan meliputi aliran bersih, yaitu aliran masuk keuangan dikurangi aliran keluar keuangan.
Bentuk umum pembayaran adalah seperti yang di tunjukkan di bawah ini:
A.   Neraca perdagangan                                    : (X-M)
Ekspor                                                 : X
Impor                                                  : M
B.    Neraca jasa (neto)                                       :
Pengangkutan dan asurans  i           :
Pelanjong dan perjalanan     :
Pendapatan Investasi                       :
C.    Transfer (neto)                                            :
NERACA AKUN BERJALAN                               : A+B+C
D.   Neraca modal jangka panjang                    :
Modal pemerintah                             :
Investasi langsung pemerintah    :
E.    Modal swasta                                     :
F.    Ralat dan ketinggalan                                   :
     NERACA KESELURUHAN                                  : A+B+C+D+E+F

            Neraca akun berjalan: perbedaan nilai aliran masuk dengan aliran keluar meliputi tiga akun berikut: akun barangan, akun jasa (termasuk pendapatan investasi) dan akun pembayaran pindahan.
            Neraca keseluruhan: deficit atau surplus di antara aliran keuangan yang mask ke sebuah Negara dengan aliran keungan yang keluar dari Negara terebut. Neraca keseluruhan merupakan gabungan dari neraca berjalan dan neraca modal.
Neraca keseluruhan akan menunjukkan apakah neraca pembayaran dalam keadaan surplus atau defisit. Defisit dalam neraca pembayaran akan mengurangi cadangan, dan surplus dalam neraca pembayaran akan menanbah cadangan valuta asing.  Suatu Negara dikatakan keadaan yang ideal ialah: mencapai kesempatan kerja penuh dalam keadaan neraca pembayaran yang kukuh (dalam keadaan surplus). Apabila salah satu dari masalah dihadapi kebijakan pemerintah (kebijakan fiskal dan kebijakan moneter) perlu dijalankan.
Untuk mengatasi masalah yang dinyatakan dalam (i) pemerintah perlu menambah perbelanjaan agregat seperti yang digunakan dlam perekonomian tertutup (menambah C, I, dan G) dan menambah ekspor tetapi mengurangi impor. Masalah yang dinyatakan dalam (ii) diatasi dengan melakukan langkah yang sebaliknya dari yang baru saja dinyatakan. Masalah dalam (iii) diatasi dengan menjalankan kebijakan mengurangi perbelanjaan (pengeluaran).




IV. DAFTAR PUSTAKA


Sumber:
Sukirno, Sadono. 2006. Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Tambunan, T.H Tulus. 2003. PEREKONOMIAN INDONESIA. Jakarta: Ghalia Indonesia











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut